Agar Tidak Rabun Jauh

o3T3us8

“Anda ada dimana 10 tahun dari sekarang?”

“Boro-boro 10 tahun, tahun depan masih kerja di sini aja belum tentu!”

Banyak kejadian membuat kita berpikir demikian. “Sudahlah, mikir yang pasti-pasti saja.” Kita menjadi rabun jauh. Hanya melihat yang sekarang dan yang dekat saja. Yang pasti-pasti saja. Kalau tidak berbuat apa-apa memang hasilnya pasti. Pasti tidak tercapai yang diinginkan..Akhirnya kita tidak mampu mengimajinasikan apalagi merencanakan kehidupan apa yang kita ingin wujudkan. Walaupun mimpi itu gratis, tetapi entah kenapa tidak semua orang punya.

Pernahkah Anda berbicara dengan seorang supir angkot? Apa rencananya 10 tahun ke depan. “Anak-anak bisa makan, bisa bawa pulang uang buat makan orang di rumah saja udah sukur Neng, mau mikir macem-macem tahun depan.” Jawabnya sambil menghembuskan asap rokok secara kontinyu. “Ga usah Mimpi macem-macem kalo jadi orang kecil kayak kita mah.. “

Hmm, benarkah? Bagaimana dengan rokok itu? Jika ia mampu menghitung 1-2 bungkus rokok, antara 12-20 ribu per harinya untuk ditabung, sebulan ia bisa menabung 600ribu, dan satu tahun 7,2 juta. Tapi tidak. Bapak itu tidak berhasil berpikir ‘sejauh itu’. Ia hanya hidup untuk sekarang dan hari ini. Ia cukup dengan kesenangan sekarang. Ia tidak ingin menukar 5 or 10 minutes of heaven-nya, untuk kebahagiaan atau kualitas hidup yang lebih tinggi.

Dan, apa iya ‘orang kecil’ tidak bisa membangun visi? Jika Anda pernah mendengar kisah tukang becak naik haji atau kisah ibu pemulung yang berkurban 2 ekor kambing, tahun lalu, Anda tahu bahwa ini bukan masalah ‘orang kecil, atau orang berpunya’. Ini adalah kemampuan menunda kesenangan, mengendalikan keinginan dan menukarnya dengan kualitas lain yang lebih tinggi atau lebih agung.

Lebih dari 3300 studi menunjukkan bahwa salah satu karakter pemimpin adalah kemampuan menciptakan visi. Seperti apa kemampuan menciptakan visi itu? Sederhananya adalah Anda mampu mengatakan secara jelas seperti apa kehidupan Anda dan hidup seperti apa yang Anda inginkan lima sampai sepuluh tahun dari sekarang. Visi yang tidak berhenti pada mimpi, visi yang digiring aksi, dibarengi keringat dan semangat, dijaga oleh kemampuan menunda pemuasaan keinginan secara cepat dan kesenangan sesaat. Jadi, dimana Anda berada 10 tahun dari sekarang? Apa yang Anda kerjakan? Apa saja yang telah Anda hasilkan pada saat itu?

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

Semua orang yang berakal bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan. Orang yang lebih suka bersenang-senang, akan terluput darinya kesenangan..

Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan..

Tak akan mendapat kebahagiaan orang yang tak bersungguh-sungguh..

Tidak akan merasakan kelezatan orang yang tak punya kesabaran..

Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah..

Dan tak akan beristirahat orang yang tak mau lelah..

Bahkan, bila hamba lelah sedikit maka ia akan beristirahat panjang..

Apabila ia kuat menanggung beban kesabaran sebentar, akan membawanya kepada kehidupan yang abadi..

Semua yang didapatkan oleh orang yang diberi kesenangan abadi adalah akibat kesabaran sesaat..

Allah lah tempat meminta bantuan, dan tiada kekuatan kecuali dengan idzinNya..

Ketika jiwa itu mulia, dan cita citanya tinggi, maka kelelahan badan semakin banyak dan istirahatnya sedikit..


*info tentang pelatihan komunikasi dan softskills lainnya, bisa Anda dapat dapatkan dengan mengirim email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. "> This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau telpon: +622183254525